BALAGU JERMAN - Mae ite oso sama-sama

Blog EntryPhil 4,13Nov 12, '07 7:26 PM
for everyone

oleh Kurt Selchow, kutipan dari STA-Andachtsbuch 2006,
diterjemahkan bebas oleh L.G

 

Pada Olimpiade tahun 1956 di Melbourne, Australia, terlihat seorang pria, peserta lomba atletik jalan cepat, berjalan sendirian melintasi kota-kota besar Australia yang sangat panas hari itu.

Akhirnya pria itu memenangkan medali emas untuk cabang tersebut untuk jarak 50 kilometer. Pria yang berasal dari New Zealand itu bernama Norman Read .

Pemenang kedua mencapai garis akhir 2 menit berikutnya setelah Norman Read demikian juga pemenang ketiga mencapai garis akhir 5 menit berikutnya setelah dia.

 Para penggemar dan pengikut Norman Read berebutan menyusulnya untuk meminta tanda-tangan darinya, dimana Norman menulis Phil. 4,13 dibelakang tanda-tangannya.

Para penggemarnya bertanya-tanya, apa maksud dari tulisan tersebut. Mereka menduga bahwa Norman Read pernah melakukan jalan cepat di Philadelphia dalam waktu 4 menit, 13 detik.

 Setelah orang-orang bertanya-tanya untuk mendapatkan kepastian tentang tulisan tambahan dibelakang tanda-tangannya, akhirnya Norman menjelaskan tentang kepercayaannya serta meluruskan kesalah-pahaman mereka. Dia mengambil sebuah Alkitab dan membacanya dari Filipi 4:13;
„Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.“

 Rasul Paulus dalam Alkitab digambarkan sebagai seorang yang mempunyai daya kerja yang besar untuk melaksanakan pekerjaan Allah. Dia menuliskan sumber kekuatannya seperti yang dituliskannya dalam Kolose 1:29, „…segala tenaga dengan kuasaNYA, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.“

Paulus dalam beberapa suratnya menggunakan gambar sebuah perlombaan atau pertarungan. Dalam kitab Filipi 3:13,14, ia menuliskan:
„…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.“

             Dalam hidupnya Paulus harus mengalami bahwa dalam melaksanakan pekerjaan Allah dia tidak mendapat sukses apabilan mengandalkan kekuatannya sendiri.

Allah telah menampakkan diriNYA kepada Paulus dan berkata: „Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna..“ („ Kor. 12:9)

Dimana Paulus pun mengakuai dalam tulisannya pada ayat 10:
…Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.“

             Apabila kita percaya penuh kepada Allah, Maha Besar dan Maha Kuasa, maka Dia akan memberikan kekuatan kepada kita secara cuma-cuma disaat kita membutuhkannya.

 Semoga kita sama seperti Paulus, selalu mengarahkan diri pada tujuan kita, tanpa perlu mengingat beban hidup masa lalu yang dapat membuat kita jadi lemah dan melupakan Tuhan.

Yakinkanlah diri kita dengan berani dan dengan penuh kekuatan untuk menatap dan melangkah kedepan, agar suatu saat kita dapat mencapai tujuan tersebut yaitu, suatu kehidupan dalam kemuliaan bersama Allah.


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.