BALAGU JERMAN - Mae ite oso sama-sama

Briefe

Blog EntryDino Umahuk - "Chairil Anwar" dari MalukuMar 6, '08 4:07 PM
for everyone


Demi asin lautan yang menghitamkan kulit ari

Kesetiaan adalah bahasa lumba-lumba yang mestinya di mengerti sebagai cinta
Nasib anak negeri yang hanya bertengger sebagai janji
Telah menjelma bisa pari sejak hati terlukai

Kami bukan ikan-ikan mati yang bisa dilempar sebagai tumbal negara ini
Demi kesetiaan berpuluh tahun yang hanya menorehkan luka
Anak-anak hitam, bau bia, bau laut kini memanen kata merdeka
Sekali berucap LAWAMENA selebihnya parang dan salawaku akan berkibar

Bahasa perlawanan sejak Nuku hingga Pattimura adalah bahasa kesetiaan
Kepada negeri airmata dan darah tertumpah sesungguhnya karena cinta
Tetapi Jakarta...
Tetapi Jakarta telah menarik balik pabrik gula di Laimo
Jakarta telah mengambil stasiun oceanologi dan menaruhnya di Bali
Jakarta telah membiarkan kami sejak 19 Januari 1999 tanpa hati

Lalu kesetiaan macam apalagi yang harus kami beri
Untuk hanya sekadar jadi petinju dan penyanyi di jantung negeri
Bukankah Soekarno bilang tanpa kami Indonesia tak jadi apa-apa
Seribu ton kopra yang kami bawa ke istana dimana kini harganya?

Maka demi asin lautan yang mengeritingkan rambut kami
Sumpah Pattimura muda telah kami ikrarkan di seluruh pelosok negeri
Biar peluru menembus kulit kami tetap menerjang
Meminta keadilan sebagai harga atas nasib anak negeri



DINO UMAHUK
Sumber: BALAGU.COM



Blog EntryGedichte von Johann Wolfgang von Goethe, Werke 1Dec 31, '07 6:55 AM
for everyone
ZUM NEUEN JAHR

Zwischen dem Alten
Zwischen dem Neuen,
Hier uns zu freuen
Schenkt uns das Glück,
Und das Vergangne
Heißt mit Vertrauen
Vorwärts zu schauen,
Schauen zurück.

Stunden der Plage,
Leider, sie scheiden
Treue con Leiden,
Liebe von Lust;
Bessere Tage
Sammeln uns wieder,
Heitere Lieder
Stärken die Brust.

Leiden und Freuden,
Jener verschwundnen,
Sind die Verbundnen
Fröhlich gedenk.
O des Geschickes
Seltsamer Windung!
Alte Verbindung,
Neues Geschenk!

Dankt es dem regen,
Wogenden Glücke,
Dankt es dem Geschicke
Männiglich Gut;
Freuet euch des Wechsels
Heiterer Triebe,
Offener Liebe,
Heimlicher Glut!


Andere schauen
Deckende Falten
Über dem Alten
Traurig und scheu;
Aber uns leuchtet
Freundliche Treue;
Sehet, das Neue
Findet uns neu.

So wie im Tanze
Bald sich verschwindet,
Wieder sich findet
Liebendes Paar,
So durch des Lebens
Wirrende Beugung
Führe die Neigung
Uns in das Jahr


Blog Entry"Mengapa di tanah ku terjadi bencana?!?!?"Dec 27, '07 7:20 PM
for everyone
Menjelang akhir tahun 2007 terdengar kembali berita-berita menyedihkan dari Tanah Air kita- Indonesia.
Turunnya hujan yang tiada henti, yang menyebabkan tanah longsor serta banjir di mana-mana, gelombang laut setinggi 5 meter, belum lagi situasi di Porong yang belum terselesaikan dan masih banyak lagi.
Saat bencana datang dan menimpa, kita bertanya "Mengapa?" dan ketika tidak ada jawaban, kita bertanya kepada TUHAN, "Mengapa, ya Tuhan?" dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawabkan.

Coba renungkan kata-kata lagu yang ditulis oleh Ebiet G. Ade dalam lagunya BERITA KEPADA KAWAN

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menatap rumput kering bebatuan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih....

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika dia ku tanya, mengapa?
Bapak ibunya telah lama mati
Di telan bencana tanah ini

Sesampainya di laut ku kabarkan semuanya
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanah ku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.....



Frohe Weihnachten und ein neues Jahr

 Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

 Merry Christmas and Happy New Year

 Prettige kerstdagen & een Gelukkig nieuwjaar

 

                                                      

 

 

Alapano Upu u suwe ite lo oka !

Möge Gott mit uns sein!

                                                       Immanuel


Blog EntryHerzensfreundschaftNov 25, '07 4:49 PM
for everyone
                                                                  

     Menurut studi sebuah universitas di Adelaide, Australia, bahwa mempunyai teman yang baik dapat meningkatkan umur hidup manusia sampai 22%. Percakapan dengan sesama teman dan sahabat berakibat baik untuk kesehatan. Akibat tersebut didasarkan atas kerelaan teman dan sahabat kita untuk saling mendukung. Saling memotivasi dan saling menghargai dapat meringankan perasaan tertekan (depresi) bahkan juga rasa takut.

        Mempunyai teman/sahabat atau menjadi teman/sahabat bagi orang lain merupakan hadiah terbesar untukku, dimana aku dapat melihat kasih Allah bagiku, dimana Dia mengijinkan bersama sahabatku untuk saling menguatkan.

     Melalui teman dan sahabat, aku belajar untuk berani menyatakan perasaanku, dapat memegang kepercayaan dari teman dan sahabat, percaya pada diri sendiri tanpa menjadikan diriku seperti orang yang terpenting, dapat menerima kritik dan mau mendoakan mereka.
Aku mendapatkan sebuah dimensi persahabatan yang baru dan dalam, disaat mereka membagi pengalaman dalam kepercayaan serta kasih mereka kepada Allah.

     Dalam Alkitab ada sebuah contoh kisah persahabatan sejati antara Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-5), dimana Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud karena ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.

     Sahabatku pembaca renungan ini, marilah kita mempersiapkan diri kita agar suatu hari nanti kita dapat bertemu Sahabat Terbaik kita, yaitu YESUS.


Blog EntryPhil 4,13Nov 12, '07 7:26 PM
for everyone

oleh Kurt Selchow, kutipan dari STA-Andachtsbuch 2006,
diterjemahkan bebas oleh L.G

 

Pada Olimpiade tahun 1956 di Melbourne, Australia, terlihat seorang pria, peserta lomba atletik jalan cepat, berjalan sendirian melintasi kota-kota besar Australia yang sangat panas hari itu.

Akhirnya pria itu memenangkan medali emas untuk cabang tersebut untuk jarak 50 kilometer. Pria yang berasal dari New Zealand itu bernama Norman Read .

Pemenang kedua mencapai garis akhir 2 menit berikutnya setelah Norman Read demikian juga pemenang ketiga mencapai garis akhir 5 menit berikutnya setelah dia.

 Para penggemar dan pengikut Norman Read berebutan menyusulnya untuk meminta tanda-tangan darinya, dimana Norman menulis Phil. 4,13 dibelakang tanda-tangannya.

Para penggemarnya bertanya-tanya, apa maksud dari tulisan tersebut. Mereka menduga bahwa Norman Read pernah melakukan jalan cepat di Philadelphia dalam waktu 4 menit, 13 detik.

 Setelah orang-orang bertanya-tanya untuk mendapatkan kepastian tentang tulisan tambahan dibelakang tanda-tangannya, akhirnya Norman menjelaskan tentang kepercayaannya serta meluruskan kesalah-pahaman mereka. Dia mengambil sebuah Alkitab dan membacanya dari Filipi 4:13;
„Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.“

 Rasul Paulus dalam Alkitab digambarkan sebagai seorang yang mempunyai daya kerja yang besar untuk melaksanakan pekerjaan Allah. Dia menuliskan sumber kekuatannya seperti yang dituliskannya dalam Kolose 1:29, „…segala tenaga dengan kuasaNYA, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.“

Paulus dalam beberapa suratnya menggunakan gambar sebuah perlombaan atau pertarungan. Dalam kitab Filipi 3:13,14, ia menuliskan:
„…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.“

             Dalam hidupnya Paulus harus mengalami bahwa dalam melaksanakan pekerjaan Allah dia tidak mendapat sukses apabilan mengandalkan kekuatannya sendiri.

Allah telah menampakkan diriNYA kepada Paulus dan berkata: „Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna..“ („ Kor. 12:9)

Dimana Paulus pun mengakuai dalam tulisannya pada ayat 10:
…Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.“

             Apabila kita percaya penuh kepada Allah, Maha Besar dan Maha Kuasa, maka Dia akan memberikan kekuatan kepada kita secara cuma-cuma disaat kita membutuhkannya.

 Semoga kita sama seperti Paulus, selalu mengarahkan diri pada tujuan kita, tanpa perlu mengingat beban hidup masa lalu yang dapat membuat kita jadi lemah dan melupakan Tuhan.

Yakinkanlah diri kita dengan berani dan dengan penuh kekuatan untuk menatap dan melangkah kedepan, agar suatu saat kita dapat mencapai tujuan tersebut yaitu, suatu kehidupan dalam kemuliaan bersama Allah.


Blog EntryMenyerah kepada TuhanNov 3, '07 8:27 PM
for everyone

 

oleh Gabriele Baur, dikutip dari STA-Andachtsbuch 2006,

diterjemahkan bebas oleh Like Gottwald.

 

Agama atau kepercayaan boleh saja berbeda tetapi di luar batas perbedaan faham tersebut ada kesepakatan, yaitu; kesunyian dan ketenangan sangat diperlukan serta dapat menyembuhkan..

 

Selama berbulan-bulan lamanya Buddha Gauthama bertapa dengan cara menyendiri serta menghindari komunikasi dan kontak dengan manusia.

Yesus menjauhi dirinya dari kumpulan manusia yang mengikutinya lalu menyendiri diatas bukit atau di padang gurun.

Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pada saat ia menyendiri dalam kesunyian.

Dalam tapanya/kesendiriannya, para biarawan agama Zen (agama tua di Jepang) dapat mendengar bagaimana batu karang/wadas bertambah/berkembang.

Para biarawan Benedikt mengundang para peminat untuk turut dalam kursus berdiam.

Di gereja-gereja diperlukan juga adanya saat teduh atau saat untuk berdiam sejenak.

 

            Sering kali kita membutuhkan waktu dan ketenangan dalam kesendirian kita. Kesunyian dan ketenangan bukan merupakan akibat karena kita menarik napas sejenak atau istirahat kerja di siang hari atau juga liburan pendek akhir pekan.

 

Dalam kesibukan ku sehari-hari, aku memerlukan kesunyian dan ketenangan dimana hal itu merupakan kebahagiaan mendalam buatku terlebih lagi pada saat aku mendekatkan diri pada Allah.

Kesunyian dan ketenangan bukan merupakan ketidak hadiran kita dalam kebisingan atau menutup mata kita sejenak ditengah kegaduhan bahkan menyembunyikan diri kita dari khalayak ramai.

Menurutku kesunyian dan ketenangan adalah dengan cara menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dari kegiatanku sehari-hari dan berpikir tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan serta sekitarku.

Kesunyian dan ketenangan merupakan pendekatanku dengan Tuhan dimana aku dapat berbicara denganNya melalui doa serta menuruti perintahNya.

 

Ada sebuah puisi yang ditulis oleh seorang yang tidak dikenal.

 

Kesunyian menyembuhkan

Allah mengundang semua untuk datang dan berdiam diri padaNya.

Allah adalah penuntun hidupku.

Allah adalah naunganku dan cahaya bagi ku.

OlehNya aku berada di rumah. PadaNya aku dapatkan secara cuma-cuma hidangan serta siraman air kehidupan.

Hatiku mencari Engkau, Tuhanku. Hatiku milikMu.

DalamNya terdapat keteduhan yang dapat menyembuhkan.

Kesunyian menyembuhkan

 

Walaupun sibuk dengan kegiatan kita sehari-hari, sebaiknya sempatkanlah diri kita untuk menarik napas dalam-dalam sambil merenungkan diri, sehingga kita bisa memperoleh kembali keberanian, semangat serta energi yang baru.

 

Raja Daud dalam Mazmur 131:1,2 berkata:

Tuhan, aku tidak tinggi hati dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

                                                  

                                                      


Berikut ini foto-foto pada peringatan HUT RI ke-62, pada tanggal 17 Agustus 2007, bertempat di Wisma Indonesia (kediaman KonJen RI di Frankfurt: Bpk Eddy Setiabudhi).

 

 

 

Motto peringatan HUT RI ke-62:

DENGAN SEMANGAT DAN ETOS KERJA, KITA PERCEPAT PERTUMBUHAN EKONOMI! DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN BAGI RAKYAT INDONESIA

 

 

 

 

 

Salut penulis tujukan kepada Bapak KonJen Ri di Frankfurt, Bpk Eddy Setiabudhi, karena beliau merealisasikan kata-kata beliau dalam sambutannya pada acara perkenalan KonJen baru di hadapan masyarakat Indonesia pada tgl. 21 April 2007, dengan kutipan: " .......Wisma Indonesia ini merupakan Rumah bagi masyarakat Indonesia, yang dibiayai dari pembayar pajak warga negara Indonesia…........"

 

Peringatan HUT RI tahun 2007 ini, merupakan peringatan/perayaan yang pertama kalinya diadakan di Wisma Indonesia alias kediaman KonJen RI di Frankfurt, dimana tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan di belakang kantor KonJen RI di Frankfurt, yang menurut penilaian penulis amat sempit dan tidak cocok untuk peringatan/perayaan kenegaraan.

 

Ajakan penulis untuk seluruh masyarakat Indonesia di mana saja…Bersatulah dengan semangat dan etos kerja kita, demi mempercepat pertumbuhan ekonomi, dalam menunjang pengembangan Ilmu Pengetahuan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia baik dikota khususnya di pelosok-pelosok dalam penanggulangan kemiskinan demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi SELURUH RAKYAT INDONESIA.

MERDEKA !!!


Blog EntryVierbürgen-Beleuchtung am Neckarsteinach.Aug 7, '07 9:59 AM
for everyone

Laporan perjalanan dengan kapal menyusuri sungai Neckar, dari kota Mannheim menuju kota Neckarsteinach, di negara bagian Baden-Württemberg, negara federasi Jerman.

Attachment: Dari kota Mannheim ke kota Neckarsteinach.doc

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.